Tuesday, February 04, 2014
What a Great Weekend
Ternyata Allah Maha Mendengar, doaku tidak sia2. Kasih sayang Allah begitu luas, saking luasnya sampai aku yang ibadah nya masih banyak yang belang blonteng masih kena siram kasih sayang Nya. Subhanallah..
Allah kasih aku kesempatan untuk bertanya lagi, ternyata gak masalah toh ak ijinnya hari sabtu. Alhamdulillah perjalanan lancar, akomodasi terjamin -pede banget deh kalo tiap kali mau main ke jakarta, mikirnya pasti ada yang mau nampung XD- dan besoknya perjalanan ke tkp 'Wedding Day' nya Nurry-Dimas juga gak ada kendala yang berarti, gak pake nyasar2 yang gak jelas, Alhamdulillah dimudahkan. Sebagian dari kami berpikiran 'akhirnya' karena memang nih dua sejoli punya sejarah tersendiri. Jadi concern kita semua lah, dan lagi2 Allah menunjukkan kuasanya dengan menyatukan mereka. We all are sooooo happy, rasanya terpancar juga dari wajah mereka. Ya iya lah, yang ditunggu tunggu =P
InsyaAllah doa terbaik untuk kalian berdua, semoga menjadi keluarga yang Sakinnah, mawaddah, warohmah..Ridho Allah selalu menaungi kalian berdua..Aamiin =)
Sepulang dari acara, hang out bareng ama teman2 lama ampe malam. Haaaaah....what a great weekend =)
Tuesday, January 28, 2014
Mewujudkan Generasi Qur'ani
Terlepas dari kisahnya nyata atau tidak, tapi yang pasti sangat recomended untuk dicontoh para calon ibu muda =) kalopun nantinya anaknya gak jadi juara hafidz Indonesia, InsyaAllah kebaikan yang lain sedang menunggu, win/win solution lah kalo urusan yang satu ini. Sebetulnya yang bikin eye catching dari postingan ini adalah gambar nya, yaaaa so sweet banget gak sih ngelihatnya.............................*mupeng*
Mewujudkan Generasi Qur'ani
Membangun peradaban Islam itu kerangkanya harus jelas. Tahu Hilya kan? Dia yang juara Hafidz Indonesia. Usianya lima tahun. Selama mengandung Hilya, ibunya sudah khatam Al Quran 9 kali. Setelah lahir, aqiqahnya dilakukan dengan syar’i.
Setiap sebelum menyusui, ibunya berwudhu dulu. Dan saat wudhu, air wudhunya ikut dibasuhkan di dadanya. Tujuannya agar ketika anaknya meminum asi, ia diminum dengan bismillah. Agar setiap air susu yang masuk ke tubuh Hilya mengandung keberkahan.
Anak usia 2.5 sampai 5 tahun adalah seorang peniru sejati. Ibunya setiap cuci piring, atau melakukan hal-hal kecil lainnya sembari menggumamkan tartil Quran. Maka Hilya menirunya.
Ayah juga tidak kalah penting perannya dalam membangun generasi Qur'ani, yaitu saat Ayah memilihkan Ibu yang baik kepada anak-anaknya kelak. Karena memilihkan Ibu yang baik merupakan salah satu hak anak yang harus diberikan bahkan saat mereka belum lahir.
"Seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang beragama, maka engkau akan beruntung." (HR. Al-Bukhori no. 5090)
==> isi postingan diatas cuman copas aja, jadi untuk mengikutinya juga kita harus hati2..harus banyak2in dulu referensi tuntunan Rasulullah yang benernya gimana..gak pernah kepikiran kalo jatuhnya nanti bisa jadi bid'ah..thank u for reminding me =)
Monday, January 27, 2014
Celana Anti Isbal
Tidak terlalu kuperhatikan, setelahnya aku pun jalan2 di fb. Kubaca update an seorang teman yang ngelike sebuah fanpage tentang hadits, kucoba ikut membukanya dan ternyata isinya menarik. Si empunya pintar banget menyusun sedemikian rupa sehingga isi2 hadits tersebut menarik untuk dibaca dan tidak terlihat berat, aku pun ikut me 'like' nya. Kutelusuri satu persatu foto2nya yang berisi hadits Nabi Muhammad SAW daaan JRENG JRENG JRENG!!! aku dipertemukan lagi dengan istilah celana isbal. Kali ini aku tidak tinggal diam, karena sekarang nih celana isbal sudah berhasil bikin aku penasaran. Browsing2 lah ak di internet(sayang nya ak tidak menyimpan foto yang dari fb nya HadistHarian)yang intinya celana itu panjangnya gak boleh melebihi mata kaki. Untuk penjelasannya, mending baca2 disini aja(http://w*w.fimadani.com/hukum-memanjangkan-pakaian-melebihi-mata-kaki-atau-isbal/) atau bisa browsing2 sendiri.
These trousers take me back few years ago, where I had just so little knowledge about my own religion, Islam. Dulu setiap ngelihat cowok celananya 'cingkrang' kepala ini langsung mikirnya "Ih, pasti tuh Islam aliran aneh deh". Jujur, sebetulnya sampai sebelum ak menemukan isi hadist tentang celana isbal ini, ak masih berpikiran seperti itu. Tapi sekarang kucoba merubah mindset yang udah bertahun tahun terbangun di otakku. Terserahlah dia lah mau pake celana model kayak apa, kok ak yang sewot, kecuali kalo tuh orang gak pake celana, kayaknya bukan ak doang yang bakal sewot =D. Pake nuduh2 Islamnya aliran aneh lagi. Astagfirullah, bener2 kayaknya musti bawa cermin gede deh kemana mana, yang seluruh badan, biar bisa buat ngaca kapan pun mulut ini mau ngomentarin orang. Ada sebuah quote menarik yang ak baca di fb :
“When someone does you wrong, don’t wrong them back. That’s like being given a tray of good deeds and saying “I don’t want those!”
— Imam Omar Suleiman
Mmmm, dibuang percuma dong pahalanya. Apalagi setauku kalo ngejelek-jelekkin orang lain itu artinya sebagian pahala kita pindah ke dia. Aduh, udahlah nih pahala punya gak banyak2 amat, pakelah dibagi bagi. Idiih, ogah deh...Kalo gak rela pahalanya dibagi bagi udah saat nya belajar ngerem kita punya mulut =)
Btw, sempet kepikiran 'hukum celana isbal ini berlaku juga gak ya buat cewek??' sedetik, dua detik.....tik....tok...tik....tok....... *tepok jidat* =_="
Friday, January 17, 2014
Rindu Berada Bersama Mereka (part 2)
Benar kata pepatah, "Dekat dengan penjual parfum akan terkena wangi harumnya, dan dekat dengan ahli besi akan terkena bau besi" atau kurang lebih seperti itu. Karena aku tipe orang yang 'manut' bukan seseorang yang membuat pengaru, maka aku sangat beruntung diberi kesempatan berada di tengah2 lingkungan yang islami. Teman2 seumuranku yang selalu ingat sholat, dimana pun kami berada. Mau gak mau aku pun tertular kebaikan itu. Aku yang dulu sangat menggampangkan sholat, "Ah, ntar kan bisa dijamak" itu yang aku pikirkan jika sedang pergi jalan2 ke mall, dsb dan aku hanya menganggap hanya sholat maghrib yang penting. Aku merasa sangat nyaman berada di tengah2 mereka, merasa selalu ada yang mengingatkan. Lain halnya sewaktu aku berada di tengah teman2 seumuranku yang berbeda tipe pemikiran and I was very sad at that time, cause I couldn't at least mengajak mereka, malah aku sendiri yang sungkan. Ya Allah, aku berada di apartemenku sendiri tapi jangankan aku mengajak mereka untuk sholat, aku sendiri merasa sungkan untuk melaksanakan perintahMu yang paling utama. Hal ini benar2 yang harus aku ubah dari diriku. Tak lagi merasa tak enak hati jika menyangkut masalah yang satu ini, SHOLAT.
Mungkin salah satu alasan aku mengenakan hijab sampai sekarang (Alhamdulillah, semoga sampai akhir hayat) adalah karena pengaruh berada di lingkungan teman2 yang kebanyakan memakai jilbab. Mulai dari pertanyaan "kapan pake jilbab?"; "kok gak pake jilbab?" yang pada awalnya aku jengah mendengarnya sampai mati rasa dan dari cuek sampai timbul rasa sungkan, karena aku merasa hanya aku yang gak pake jilbab di setiap pengajian. Karena alasannya adalah aku tidak suka melihat orang yang datang di tiap pengajian berjilbab dan tampak alim bersahaja tapi begitu di luar pengajian berubah 180 derajat. Padahal kalo dipikir pikir justru aku lah yang paling parah, paling tidak mereka yang sudah aku judge sedemikian rupa dapat menghargai pengajian dengan memakai jilbab, sedangkan aku tidak. Akhirnya Allah lagi2 sangat sayang padaku, latah untuk hal2 seperti ini kayaknya hukumnya wajib, asalkan nanti lama2 tidak lagi mengerjakannya hanya karena sekedar latah.
Mungkin ini yang disebut ukhuwah islamiyah, menyayangi karena Allah, berteman karena Allah. Dulu istilah2 seperti ini kupandang sebelah mata, emang gimana caranya: menyayangi karena Allah, berteman karena Allah?? ya kalo menyayangi ya karena orangnya sayang ama kita juga dan kalo berteman ya karena anaknya asik dan nyambung aja ama kita. Sekarang aku mulai mengerti maknanya dan Alhamdulillah menjadi bagian di dalamnya InsyaAllah. Dulu suka iri melihat teman2 yang beda persepsi tersebut sering 'have fun go mad', berbeda dengan yang aku rasakan setiap kali beda jalur dengan teman2 yang lain, selalu ada rasa "aduh, takut ketahuan si fulan" "ah, ntar kena ceramah nih kalo ketahuan" Padahal aku bebas melakukannya, toh cuek aja. Emangnya siapa dia, kakak kandung bukan, orang tua bukan. Inilah salah satu kebaikan Allah kepadaku, Dia masih menanamkan rasa sungkan, takut jika aku ketahuan keluar jalur. Yang parah kalo udah 'masa bodoh' Bukan berarti kita tidak bisa bersenang senang. We could also have fun, but we didn't go mad =)
Wednesday, January 15, 2014
Goyang Oplosan
Denger pertama kali ada goyang oplosan ini dari kakakku, dia seneng soalnya jogetnya kocak sambil memeragakan bagian goyang yang paling khas nya dari goyang oplosan sembari menyenandungkan sebagian kecil liriknya = ...tutupen botolmu, tutupen oplosanmu.. ????? what the ??? karena udah kena goyang cesar yang gak penting itu, denger ini ada goyang baru lagi, males banget rasanya. Tapi entah kenapa mendengar sedikit liriknya bikin aku penasaran. Akhirnya kecurigaan ku benar, nih lagu sebetulnya isinya bagus, menyuruh orang untuk berhenti mabuk2an karena mabuk itu gak ada gunanya, cuman ngabisin duit dan bisa membahayakan nyawa. Tapi sayangnya orang gak lagi peduli ama isi lagunya, yang ada cuman dilihat goyangannya, lebih ironis lagi kalo misalnya denger lagunya, sambil ikutin jogetnya dalam keadaan mabuk,ckckckckckck.....
Akhirnya aku cari2lah itu asal muasal lagu aslinya di u-tube, ini dia liriknya :
Opo ora eman duite *Apa tidak sayang uangnya
Gawe tuku banyu setan *Buat beli minuman setan
Opo ora mikir yen mendem* Apa tidak mikir jika mabuk
Iku biso ngrusak pikiran *Itu bisa merusak fikiran
Ojo di teruske mendemu *Jangan diteruskan mabukmu
Mergo ora ono untunge *Karena tidak ada untungnya
Yo cepet lerenono mendemmu *Ya sudah akhiri saja mabukmu
Ben dowo umurmu *Biar panjang umurmu
Oplosan, oplosan, oplosan **Oplosan, oplosan, oplosan
Cobo sawangen kae kanca kancamu *Coba lihat itu teman temanmu
Akeh do podo gelempangan *Banyak yang gelimpangan
Ugo akeh sing kelesetan *Juga bangay yang kelesotan
Di tumpaake ambulan *Di naikan ambulan
Yo wes cukup anggonmu mendem *Ya sudah cukup mabukmu
Yo mari mario yo leren lerenno *Ya sembuh sembuhkan ya henti berhentikan
Ojo di terus terusno *Jangan di terus teruskan
Tutupen botolmu *Tutup saja botolnya
Tutupen oplosanmu *Tutup oplosannya
Emanen nyawamu *Sayangi nyawamu
Ojo mbok terus teruske *Jangan di terus teruskan
Mergane ora ono gunane *Karena tidak ada gunanya
Tuesday, January 14, 2014
Curhat
Melihat foto hasil usg yang diupload di fb teman(AFB), tiba2 teringat cerita dia dulu. Tidak langsung cerita ke aku tapi melalui teman dekat ku(FAR), karena memang AFB ini lebih dekat dengan FAR. Kalo dia divonis atau mungkin diperkirakan bahwa dia tidak subur. Eeeeeeh, ternyata anaknya sekarang udah mau dua aja, yang pertama aja belumlah genap 2 tahun -mungkin- Subhanallah, kita ragu sedikit saja akan kuasa Allah, dengan mudahnya Dia 'menghajar' vonis seorang dokter yang sudah bertahun tahun belajar ilmu yang spesifik, bahkan mungkin seorang dokter yang sangat sangat ahli yang rasanya semua buku2 kedokteran sudah dia lahap, Dia tunjukkan ke kita yang mana Yang Maha Mengetahui, yang mana Yang Maha Memiliki Ilmu.
[Al Mu'min:68]
Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia".
Mau seluruh orang di dunia mempersulit, mau keadaan paling impossible pun, tapi kalo Yang Punya Dunia sudah berkata kayak diatas, tak ada satu jiwa pun yang bisa menghalangi. Begitu pun dengan jodoh (eng..ing..eng !!!) ada beberapa orang berkata 'keluarlah sekali2..jalan2 kemana gitu ?!' atau 'lha kalo gak pernah keluar rumah mana bisa ketemu jodoh..' 'lha kamu gak pernah kemana-mana, usahanya dong dek..'
Kebetulan memang keadaan ku saat ini tidak mendukung ku untuk bergaul, bertemu banyak orang iya (lha wong jualan, pastinya ketemu orang lah masa iya hantu) sedangkan teman2 sekolah ku dulu sudah entah kemana semua, karena ada masa2 yang missing dari jaman sma sampai sekarang, jadilah tak ada temen sma yang nyambung lagi. Sedangkan teman2 yang aku kenal dekat domisili nya dijakarta semua, jadi untuk gaul sedikit kemungkinannya. Mau jalan? gak ada temennya, dulu sempat ketemu dengan teman sma dan suka gaul bareng, tapi lama2 ak sungkan juga kalo ngajakin jalan melulu, karena dia pun sudah punya lingkar teman sendiri. Mau jalan sendiri? males banget, udah lah keluar ongkos, jalan2nya keluar ongkos lagi, bengang bengong gak jelas ntar dijalan. Yang ada lebih memilih di rumah, ngenet, nonton, tiduuur (my favourite activity beside eating XD ) Kalo dulu emang sayang kalo gak dipake buat jalan2, secara udah bayar tiket angkutan umum buat satu semester atau mungkin satu bulan, jadi harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, seminimal mungkin ada dirumah =D
Jadi, apakah faktor gaul yang bisa mempercepat ketemu jodoh?? Mau kita jadi orang paling gaol sedunia dan kenal ama orang satu komplek, bahkan mungkin komplek tetangga tapi kalo Dia belum ngasih acc, gak bakal ada yang nyantol lah..*menyenangkanhatisendiriyanglagigalaupengennikah*
Friday, January 10, 2014
Mood Booster
Hari ini juga, chatting dengan kawan lama apalagi chattingannya ngebahas hari bahagia kawan kami yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat,InsyaAllah. Mood booster banget itu =)
”Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahmi.”
(HR. Bukhari)
Nah, apalagi pas silaturahim dapat kabar2 bahagia, yang membuat kita pun ikut bahagia akhirnya stress nya hilang. Kalo gak kan bisa bertumpuk tumpuk itu stress nya dan bisa menyebabkan penyakit yang akhirnya berujung kematian. Hehehe, ini hanya 'logika bodoh' ku saja. Jadi ambil isi haditsnya aja ya, kalo mau baca penjelasan nya yang lebih bagus dengan kalimat yang tidak bertele-tele dan njelimet, coba baca ini =)
Thursday, January 09, 2014
Good News From Afar
Dia kasih tau nya lewat message di FB, trus ak disuruh nebak pula siapa orangnya. Dalam hati berkata 'nih anak gimana sih, lha iya kalo bener..kalo salah tebak kan gawat.' Sebetulnya udah curiga kenapa dia suruh ak tebak siapa calonnya, karena kalo dia suruh nebak orangnya siapa, berarti kan kurang lebih dia tahu nama siapa yang akan keluar di otak ku.Ya maklum lah, kita gak lagi dalam satu negara sejak tahun 2011 jadinya kabar2nya tidak terlalu update. Mmmm, jadi inget rapat kita bertiga waktu itu di sebuah resto jepang(lebih tepatnya sih interogasi) dan itu pula yang aku jadikan pertanyaan tidak langsung ke dia untuk menanyakan siapa calonnya. Soalnya gak mungkin kalo ak langsung nebak nama, terlalu vulgar banget deh(lagi2, takut salah).
Hahaha, gak nyangka??bangeet...tapi yang pasti seneng banget nget nget nget nget..ternyata Allah mengizinkan mereka untuk bersatu di dalam ikatan suci, InsyaAllah..
My dear friends...you both deserve each other..doaku semoga Allah memberi kemudahan sampai hari H nya dan semoga Allah melimpahkan berjuta juta berkah untuk kalian seperti berjuta juta pengorbanan yang sudah kalian berikan di jalan Allah.. =")
Eeeeitttsss!!!! masih ada satu lagi berita kembira nya..Seperti yang aku sebut diatas, setelah dulu excited denger kabar nunu dan devy lagi hamil barengan (sampai aku todong suruh kirim foto mereka lagi hamil gara2 di fb mereka gak ada XP) Sekarang giliran liya dan riska yang barengan lagi jadi bumil...MasyaAllah...sepertinya aku perlu nodong minta foto lagi nih =D (siap siap ya ris...liy...atau kalian mau menyerahkan baik2 sebelum saya todong -apaan siiiiich?!-)
Thursday, December 19, 2013
Halal gak ya...????
Sebetulnya kita ini sangat dimanjakan tinggal di indonesia dengan kehadiran lembaga MUI sebagai tangan kanan kita *yup,we are the boss !!* untuk mencari tahu status sebuah restoran atau produk makanan apa saja yang halal. Berbeda jika kita tinggal di negara yang muslim sebagai minoritas, di benua eropa contohnya. Kita harus teliti melihat satu persatu ingredients apa saja yang terdapat pada satu produk makanan. Jangan salah, mungkin kita beranggapan asal itu produk bukan/terbuat dari babi,semisal seafood dan produk2 tumbuh2an/buah2an lantas dengan sendirinya produk itu halal atau bebas dari bahan2 yang haram. Tidak selamanya demikian, lha wong namanya negara yang memang tidak mengenal halal+haram dlm makanan, jadi mereka pun bebas "bereksperimen" dengan makanan mereka. Mereka pun bebas mencampur sayur2an+buah2an dengan saripati hewan misalnya. Syukur2 kalo hewannya masih ayam, kambing atau sapi, lha kalo saripatinya dari babi HAYOOOOOO....?? Seperti yang telah diketahui oleh salah seorang sehabatku lewat eksperimen perkuliahannya bahwa untuk membuat juice apel terlihat jernih (jadi gak keruh dan biar warnanya kayak champagne gitu kayaknya) ternyata salah satunya adalah mereka menggunakan 'entah-bagian-mananya' dari babi. Ok, mungkin contoh yang ini memang diperlukan seorang ahli yang mengetahui pembuatannya.
Tapi bagusnya itu mereka fair dan terbuka dalam menulis ingredients pada produk2 makanan mereka secara detail. Bahkan ada kode2 tersendiri yang biasanya diawali dengan huruf E-diikuti dengan deretan nomer2-. Biasanya kode2 ini ada yang menerangkan misal dari E sekian sampai sekian itu mengandung hewani. Ini mungkin salah satu kepedulian mereka terhadap warganya yang memiliki beraneka macam alergi belum lagi gaya hidup vegetarian atau malah vegan, yang pantangannya banyak betul.
Nah, kebayang kan kalo mau belanja di supermarket, beli 5 produk makanan mungkin bisa sejam sendiri karena lama bacain ingredientsnya satu2 *ok..ok..sedikit lebay memang*
Kecuali bagi beberapa dari kita yang masih acuh dan menganggap enteng dalam melihat halal dan haram dalam makanan, tentu saja tidak akan menghabiskan waktu selama itu karena asal tidak ada babi dan alkohol, malah ada yang cuman 'asal tidak ada babi'. Ini kewajiban kita semua yang lebih paham untuk memberi tahu (dengan cara yang paling baik tentunya) saudara semuslim kita yang kurang paham. Ada satu pengalaman mengenai hal yang satu ini, waktu itu kami bertiga dalam 1 apartemen. Aku dan teman sekamarku Alhamdulillah dalam hal makanan satu paham. Lalu datang anak baru untuk mengisi kamar yang kosong, dia juga dulu sma nya di surabaya (ketahuan deh lagi ngomongin siapa ;). Pada suatu hari kami melihat di kulkas ada produk daging ayam yang belinya di supermarket umum, bukan di toko turki. Ya, Alhamdulillahnya meski tinggal di benua eropa kami masih dapat menemukan daging halal yang disediakan oleh orang2 turki yang sudah lama tinggal di jerman, yang sudah dapat mendirikan sebuah perusahaan penyembelihan ala islam. Kami pun bingung mau ngasih tau nya gimana, biasaaaaa faktor gak enak lah, belum seberapa kenal lah, takut tersinggung lah. Entah aku lupa akhirnya kasih tau atau gak, tapi karena dia gak lama kemudian juga aktif di masjid akhirnya kita tidak menemukan lagi produk2 tersebut. Ya Allah betapa menyesalnya diriku tidak langsung menegur waktu itu, karena aku yakin kalo pun kita langsung menegur dia pasti akan langsung menerima dengan lapang dada *yakin, karena setelah mengenalnya, dia adalah sosok yang dewasa meski umurnya masih muda*
Kembali ke tema utama, so kita yang tinggal di indonesia bersyukur banget gak harus njelimet ngeliatin satu2 ingredients di kemasan makanan, cukup cari 1 logo, maka InsyaAllah amanlah makanan tersebut untuk dikonsumsi. Tapi lain cerita kalo berhubungan dengan restoran, seperti yang udah ak tulis diatas tadi, bisa jadi heboh. Mungkin kalo tempat makan yang menengah keatas *baca:bermerk* biasa nya memiliki sertifikat halal dari MUI. Tapi bagaimana dengan yang kelas menengah kebawah. Mungkin kalo orangnya peduli, dia akan menuliskan halal di kedainya. Kalo sudah dia tuliskan "halal", maka si empunya sudah harus ikut bertanggung jawab atas kehalalan makanannya. Gampangannya kalo nih makanan ujung2nya ternyata gak halal, maka dosanya dia yang nanggung. Sayangnya kita para konsumen terbiasa dengan mindset "karena ini negara mayoritas muslim, udah pasti halal dong makanannya". Ini lalu disalahgunakan oleh oknum2 nakal dan tidak bertanggung jawab. Demi keuntungan semata, mereka mencampur dengan bahan2 haram, seperti kasus kebanyakan yaitu penggunaan minyak babi.
Tapi kembali lagi, itu tetap salah kita sebagai konsumen yang tidak cermat memilih tempat makan karena lagi2 otak kita sudah ter-setting seperti diatas. Nah, alangkah mulianya kalo MUI tuh bikin program pembagian sertifikat halal bagi kedai2 menengah kebawah. Karena aku yakin mereka tidak mengurus sertifikat kehalalan karena mungkin terbentur rumitnya birokrasi dan mungkin biaya (ini murni pendapat saya saja, karena tidak melakukan riset). Tapi yang bener juga lah meriksanya, jangan asal nanya yang masak/punya "ini halal gak makanannya ?" "oh, halal kok..." "oh, ok ini sertifikat halalnya" *kalo itu sih saya juga bisaaa !!*
Ini juga bisa membantu kedai2 yang terkena goncangan fitnah. Baik fitnah dari mulut ke mulut maupun fitnah yang datangnya dari media. Kalo fitnah dari mulut ke mulut mungkin datangnya bisa dari rasa iri karena kedai milik tetangganya lebih laris dari punya dia *ini nih yang paling kejam* atau juga mungkin salah persepsi, karena melihat banyak bangkai tikus di dekat toilet lalu berasumsi bahwa daging yang dipakai adalah daging tikus. Boleh banget waspada, tapi jangan sampai jatuhnya malah jadi fitnah.
Kalo yang datangnya dari media, kan sempet tuh booming -mungkin sampai sekarang- acara yang namanya reportase investigasi. Nah, dari acara ini kita tahu ternyata banyak banget penjual makanan yang memakai bahan2 kimia berbahaya dan juga bahan2 haram lainnya. Akibatnya penjualan produk makanan yang diliput tersebut turun drastis. Padahal belum tentu semuanya caranya kayak gitu. Nah, kalo misalnya udah punya sertifikat halal dari MUI kan dia bisa tenang dan dengan lantang dia bisa bilang "jangan khawatir !! makanan saya halal dan baik, sertifikat ini buktinya !!"
Tapi sekali lagi, semuanya kembali ke diri kita masing2, mau jadi konsumen yang cerdas atau jadi konsumen yang cuek. Gak gampang lho, apalagi kalo udah berurusan tentang makan bareng keluarga besar atau teman2. Hobi muungkin sama = wisata kuliner, tapi yang namanya isi kepala dan pemikiran lebih dari satu.
Tuesday, December 10, 2013
Media VS Kita
Umur ternyata hanya benar2 sederet angka saja yang menandakan sudah berapa tahun dia hidup di dunia. Umur sungguh bagi beberapa orang sama sekali tidak berbanding lurus dengan kedewasaan. Pun jenjang pendidikan tinggi dan banyak makan asam garam kehidupan tidak memberikan pengaruh besar terhadap sebuah kedewasaan.
Seperti pada sebuah berita yang mungkin beberapa minggu lalu masih panas, tapi sekarang mungkin sudah agak redup *LEBIH BAGUS LAGI KALO GAK ADA!!!* Tentang sebuah perdebatan TAK BERMAKNA antara seorang pengacara yang juga suami dari seorang penyanyi lawas dengan anak abg dari seorang musisi kondang. Lihat saja dari jenjang pendidikannya, kurang apa coba tingginya lihat saja juga lawannya, meski masih abg tapi kalau dilihat dari pekerjaan orang tuanya, dia pun pasti mengenyam pendidikan di tempat yang berkualitas. Tapi lihat apa tingkah polahnya didepan umum, MEMALUKAN. Jujur memang gak ngikutin ceritanya dari awal, jadi disini mencoba tidak memihak satu pun dari mereka. Kalo gak salah awal mulanya adalah olok mengolok satu sama lain yang berbuah panjang. Memang benar kata pepatah 'lidahmu, harimaumu' Sekarang jaman canggih, bukan lidah lagi yang mengejek, tapi disalurkan lewat jari jemari. Seketik dua ketik kata, mampu menusuk dan menyayat ulu hati seorang teman nun jauh disana, naudzubillah. Dan emang dasar media, berita seperti ini gak boleh dibiarkan,langsunglah diekspos dan mungkin dibesar-besarkan.
Bahkan akan beradu tinju pula, Ya Allah mau jadi apa ??? harusnya yang tua memberi contoh baik, menjadi suri tauladan kepada yang muda, dan yang muda hendaklah sopan dan hormat pada yang tua. Media juga gitu, yang kayak beginian mbok ya gak usah diberitakan, meski ini ladang uang. Kasihanilah mereka, anak2 kami yang tumbuh di dunia yang serba canggih, dunia internet yang sangat mudah untuk mencari akses berita, dunia televisi dan gadget canggih yang membuat mereka lupa akan bersosialisasi. Kasihani kami para orang tua baru yang berjuang keras mendidik anak saingan dengan kejamnya bbm,whatsapp,facebook,belum lagi seks bebas yang malah akan disponsori oleh pemerintah dengan adanya bagi2 kondom gratis -woi!! ini bukan eropa bung!!- Jangan pula engkau tambah dengan berita yang tidak bermakna ini. Beritakanlah hal2 yang bagus2 saja, yang memberitakan tentang prestasi, sehingga anak2 kami semakin termotivasi. Jangan engkau jejali mereka dengan goyang2 cesar, bagaimana jika kau ganti dengan cerita mengenai kehebatan julius cesar yang asli. Juga berita2 mu di koran yang bikin ku sakit kepala. Kenapa selalu yang berada di garda depan halaman koran itu berita2 negatif. Seringnya korupsi, atau pembunuhan, kerusuhan, kecelakaan dan masih banyak lagi berita negatif lainnya. Yang ada orang jadi down duluan baca berita. Coba kenapa tidak kau ubah persepsi media cetak seperti itu menjadi kebalikannya. Headline didepan tentang prestasi2 anak negeri -negeri orang lain juga gak papa kok-, para enterpreuner muda -yang sekarang lagi ngetrend- Bukannya malah ditaruh di koran tambahan, di halaman tengah pula, mana kelihataaaaan.
Wednesday, August 28, 2013
September Ceria......lagi....
Iya, september tahun ini menjadi september ceria lagi. Alasannya tentu sama dengan yang tahun kemarin, tapi sayang yang tahun ini gak bisa ikut berpartisipasi =(
Awal september ada pernikahan teman bernama dina, dia lebih muda lagi ketimbang teman2ku yang sudah pernah kuceritakan disini, yang juga akan menjalani kehidupan berumah tangga.
Jadi inget kesan pertama ngeliat dina (maklum, ada anak2 baru pasti merhatiin satu2 apalagi yang eye catching),yang tertangkap olehku itu adalah dina orangnya judes,agak serem aku ngeliatnya. Tapi ternyata setelah kenal dekat, jauuuuh dari kata judes. Dina,dkk termasuk yang dekat ke lingkungan masjid dan Alhamdulillah tidak berapa lama dia pun berhijab, duluan dia malah kalo gak salah. Anak2 baru itu biasanya diperkenalkan dengan masjid, ini penting dilihat dimana kita tinggal untuk menuntut ilmu dan bagaimana beringasnya kehidupan bebas ala barat. Setidaknya sebagai usaha kita untuk mengingatkan mereka agar tidak salah jalur, karena Alhamdulillah pembimbingnya juga salah satu dari sesepuh masjid (kesannya udah tua banget, kalo orangnya baca pasti protes XD ) Tapi namanya jiwa muda, jiwa mencoba coba, some people stay, some people not. Beberapa orang yang nyaman tetap tinggal di lingkungan masjid, tapi gak sedikit yang merasa kurang asik dengan lingkungan masjid yang menurut mereka mungkin terlalu mengekang dan banyak aturan ditambah dengan godaan lingkungan barat yang ganas. Berbeda dengan Dina dan Liya (liya ini juga diam2 menghanyutkan, tak dengar gaungnya dia mau nikah eeh tiba2 muncul foto2 nikahannya doi di fb, ckckck) mereka termasuk anak2 baru yang stay, bukan hanya stay tapi mereka sangat ringan tangan membantu setiap ada kegiatan masjid. Padahal jadwal sekolah mereka pun juga gak sedikit.
Dan senang sekali pas ngelihat ada message dari dina *kirain pesan apaan* wow ternyata undangan pernikahan. Kenapa sih kalian nikah nya pada di jakarta semua, di surabaya aja dong sekali2 (rumahnya di jakarta, disuruh nikah di surabaya -tepok jidat-)
Lain lubuk lain belalang, lain orang lain pula ceritanya. Nih dua orang emang sohib banget deh kayaknya ampe nikah aja jadwalnya berdekatan. Iya, seperti yang udah aku sebut diatas Liya juga menikah, meski gak masuk september ceria tapi gak papa deh. Gimana orangnya?aku udah pernah menulis tentang liya di sini, just for her. Liya ini juga sebelas dua belas modelnya ama dina di masalah ringan tangannya,cuman kayaknya kalo liya lebih rame mungkin orangnya. Karena aku ngerasa lebih nyaman ama liya ketimbang dina, kalo ama dina masih agak sungkan. Pernikahannya juga lebih mengejutkan, karena aku gak melihat ada undangan (somehow i missed it) dan menikah dengan temannya sendiri yang aku juga kenal, namanya Deva. Aku yakin nih cowok udah jadi buah bibir dimana mana karena dia ini bisa dibilang calon menantu idaman setiap mertua (hahaha,lebay..) and so pasti banyak yang broken heart. Model2nya nih anak tuh: tampan, cool, tipe anak baik2, alim nah kan idaman banget kan. Pertama tama ikutan ngecengin juga *jujur* tapi setelah kenal, mmmm...nih anak ternyata gak se cool yang aku kira. Well, nobodys perfect.
Aku jadi inget pas mau pulang ke indonesia, liya ngebisikin ke aku kalo deva titip salam aja gak bisa ikut nganter. Sempat kepikiran sepersekian detik 'kenapa nitipnya ke liya?' 'oh, mungkin emang seangkatan'. Eh ternyata lanjut dan berujung disini, hahahaha gak papa banget kalo gitu ceritanya. I'm rather jealous actually receiving all these wedding invitation. Tidak bisa dipungkiri lagi hormon dan perasaan seorang wanita sedang bergejolak akhir2 ini. Buuut, I'm really really happy for both of you, you deserved it =)
Monday, July 22, 2013
September Ceria
*tulisan lama, tapi baru di posting*
Karena September tahun ini banyak kabar2 baik berdatangan dari teman2. Undangan pernikahan dari dua teman dan melihat foto kedua temanku yang perutnya menggendut alias 'they're having babies' XD
Tapi sayangnya aku cuma menghadiri satu pernikahan mereka saja, dikarenakan salah rencana. Karena Riska sudah lebih dulu memberi tau jauh2 hari jadinya gak ada persiapan untuk menghadiri pernikahan nindya. Padahal tiket pun kubeli mepet dengan hari keberangkatan =(
Young Mother
Satu lagi berita gembira datang dari salah satu 'adik' ku disana. Setelah melangsungkan pernikahan pada bulan September tahun lalu, mereka telah dikaruniai putra ( udah mejeng di fb doi XD )Tinggal tunggu kabar gembira dari temanku yang satu lagi ini, yang nikahnya selisih satu minggu =D InsyaAllah amiiin.
Lucu aja rasanya menyaksikan teman2 ku satu persatu menikah dan kemudian satu2 menjadi ibu, terutama teman yang lebih muda dariku. It fells like, it was just yesterday that we had craziness together as single, but now they have become parents. Is it them who see the future to fast or is it me who is trapped in the past...I think the second option is the right answer.
Terutama mereka yang menikah dengan teman seangkatan sendiri, gak perlu penyesuaian dengan teman baru dari pasangan masing2, lha wong teman2nya sama. Ngeliatnya juga kadang senyum2 sendiri, biasa ngeliat mereka atmosfer nya pacaran sekarang ngeliatnya udah 180 derajat berbeda, apalagi yang udah gendong anak. Rasanya gak percaya itu anak mereka sendiri, kayak lagi jagain keponakan =D bahkan pernah guyonan ama teman, "lihat tuh, modelnya dari belakang masih kayak anak smp siapa yang sangka udah jadi bapak". Yang juga jadi ibu teman satu apartemen selama 1 bulan, nih dua orang hamil nya bareng dan melahirkannya pun berdekatan. Cowok dua2nya lagi, mukanya juga hampir mirip, tapi buatku muka bayi sama semua kayaknya. Tapi sekarang udah agak keliatan bedanya, karena berhubung aku sudah pernah kopdar dengan bayi Al Fatih XD. Yang lebih istimewanya lagi doanya dikabulkan Allah, melahirkan tepat dengan tanggal lahirnya sendiri. Subhanallah, benar2 kado terindah. Bulan maret juga teman kami menyusul menikah, juga dengan teman satu angkatan. Aku gak mengira nih anak bakal mengikuti jejak konconya menikah muda. Yang aku kenal dari mereka berdua adalah yang cowok orangnya rame, gampang kenal ama orang, tipe penggembira sedangkan yang cewek kesan pertama kenal orangnya ayu, lembut, tipe pendiam. Tapi setelah kenal lebih dekat dengan orangnya, I was wrong....orangnya tidak sediam yang ak kira =D
Temanku sendiri yang satu angkatan juga ada yang sudah berumah tangga. Aku juga gak mengira dia akan menikah secepat itu. She was such a free soul. So what?Marriage is not gonna be a hindrance for achieving our dreams. I don't know, maybe you get even more dreams to achieve, that you won't get bored.
Kenapa spesial sekali rasanya membicarakan teman2ku disana yang menikah muda, padahal teman2 seangkatan ku disini juga gak sedikit yang menikah muda atau menikah pas masih di bangku kuliah. Tentu saja spesial, rasanya wajar kalo yang hidup di indonesia banyak yang menikah muda terutama dengan dorongan orang2 disekitarnya belum lagi cibiran gak penting dari orang2 pengangguran di sekitarnya-ini yang kita harus cerdas menanganinya- dan tentu saja spesial untuk teman2 disana, disaat mereka hidup bebas, tak ada orang tua, tak ada saudara yang bisa memarahi/mengingatkan serta dikepung dengan kehidupan bule yang hidup bebas dan sangat tidak memedulikan pernikahan, untuk hidup sendiri saja terkadang sudah susah, ini lagi musti mengurus sebuah rumah tangga....wow !!! kurang spesial apa coba. Masih kurang, disaat kami disini yang dekat dengan orang tua -yang dapat memarahi kami jika kelewat batas- , keluarga, saudara, kerabat dekat -yang bisa dimintai tolong untuk membantu mengurus anak,dsb- tapi sayangnya masih ada dari segelintir kami yang rupanya sudah hilang urat malunya, mengadakan pernikahan dan resepsi yang dihadiri banyak orang dengan sudah 'berbadan dua'. Ya, bahkan yang sama sekali tidak mengenal mempelai perempuan dan belum sama sekali mendengar beritanya bisa bertanya 'apa dia lagi hamil?' Naudzubillah, semoga kejadian seperti ini dijauhkan dari kita dan orang2 yang kita sayang.
Tuesday, August 14, 2012
Rindu Berada Bersama Mereka (part 1)
Mereka yang sudah menjadi teman terbaik bagiku, mereka yang sudah mengubahku menjadi pribadi yang lebih baik. Kalimat-kalimat penyemangat dan pelajaran-pelajaran berharga yang kudapat dari para "kakak". Perbedaan umur tidak menghalangi kedekatan kami. Kakak-kakakku yang sering mengingatkan ku akan diri Nya. Tapi terkadang jika setan pemberontak di dalam diriku lebih berkuasa, ajakan mereka sering terdengar sangat annoying and I'm very sorry for that. Tapi aku yakin kok mereka pasti memaafkan (PEDE !! XP). Aku salut melihat betapa sabar-sabarnya kakak-kakakku ini dalam menjalankan dakwah Islam, terlebih lagi di negara barat dan menghadapi kami, "adik-adik" yang tidak tahu diri ini, menghadapi kami yang masih mencari jati diri, ingin selalu mencoba ini dan itu, tak peduli itu salah atau benar, yang sering dikuasai dengan jiwa pemberontak kami.
Ada yang begitu lembut penyampaiannya yang kadangkala "kuping budek" ku ini harus bekerja ekstra menangkap apa yang disampaikan. Dan aku begitu suka cara beliau yang selalu menyapa setiap orang dan menyalami (yang cewek2 dong pastinya) bahkan kepada kami yang lebih muda. No boundaries.
Dan ada yang penyampaiannya dengan cara lebih "anak muda". Ya, beliau ini memang memiliki ikatan yang lebih "istimewa" dengan kami karena beliau adalah pembimbing bagi kami "anak2 kemarin sore" yang ingin menuntut ilmu di negara asing. Ibu yang rebek (meminjam istilah seseorang) satu ini, yang sudah repot dengan urusannya sendiri, masih harus membimbing kami yang bandel2 ini untuk tetap berjalan di "jalur" yang benar (out of money and her job as student conselor). She has 2 gorgeous daughters, the older one is the sweet one but the younger one is rather hmmmm rebellious type (like her mother, I think =D)
And the clumsy one (my friend used to call her). Terkadang kami (terutama aku) memiliki kendala komunikasi dengan beliau, maklum kami berasal dari negara yang berbeda, meski inti bahasa nya sama tapi banyak istilah2 yang rasanya asing di telinga kami begitu pula sebaliknya. I liked the way she wrote us messages, she's trying to use phrases which we normally use so we can understand (how thoughtful she is). And for me, it felt like she could easily break the ice among us. She didn't even try very hard to be funny.
Dan masih banyak kakak yang terlalu banyak untuk kuceritakan satu persatu. Kakak2 yang begitu sabar membimbingku dan terus mengingatkanku akan Sang Maha Kuasa. Hidup sendiri dan gak akan ada yang berhak ngelarang kita mau ngapain, kita mau berbuat maksiat juga gak bakal ada yang tau dan peduli. Tapi mereka peduli dan Allah sudah begitu sayang padaku, di tengah2 negara maju dan kepungan penduduk2 yang mayoritas tak percaya Tuhan, aku bisa merasakan indahnya Islam. Bahkan dibandingkan sekaang aku kembali ke kampung halaman Indonesia yang notabene negara dengan penduduk muslim terbanyak, aku justru harus mencari nuansa Islami yang menyejukkan seperti dulu aku dapatkan. Dan tak jarang aku harus membayar untuk itu dan dulu itu semua bisa kudapatkan secara gratis, bahkan "tiket2 ke surga" itu yang datang kepada ku, yang menyapaku di negara dimana Islam sebagai minoritas. Subhanallah, I thank Allah for that opportunities.
Monday, November 14, 2011
11.11.11
Sungguh sangat fenomenal pengaruh tanggal2 cantik seperti ini terhadap kehidupan masyarakat. Sudah hampir pasti pada tanggal2 cantik begini undangan nikah bisa datang lebih dari satu. Begitu pun yang punya hajatan harus pusing tujuh keliling sewa gedung, menentukan jam pemakaian gedung karena sudah hampir dapat dipastikan rebutan tempat. Yang akhirnya kita bingung menentukan memenuhi undangan siapa, padahal semuanya sahabat dekat tapi untuk mendatangi semuanya sungguh tak sanggup. Begitu pula si pengundang, tak hanya capek fisik yang dia dapat tapi bonus hati dongkol karena harus bersitegang mempertahankan jadwal gedung, dan sebagainya.
Aneh...
Bahkan ada artikel di internet yang berjudul 'Rela menikah waktu subuh' entah ini sungguhan atau media yang agak lebay. Tapi kalau misalnya ini beneran, mbok ya cari tanggal lain, kenapa harus memaksakan sekali untuk melaksanakan pada tanggal cantik tersebut.
Aneh...
Langsung saja mengabadikan dalam status FB atau Twitter atau situs jejaring sosial yang lain. Pemilik situs nya pun tak mau kalah merayakannya dengan menjaring keuntungan yang lebih besar dengan cara membuat semacam kuis2 misalnya.
Aneh...
Hollywood pun tak kalah heboh menanggapi tanggal2 seperti ini dan gak lain gak bukan biasanya merilis film2 yang bertemakan 'doomsday' atau tema2 supranatural lainnya.
Aneh...
Lebih aneh lagi dan yang paling aneh....kenapa juga aku ngurusin yang beginian...biarlah mereka mau melakukan apa, mau nikah subuh yang penting tanggal 11.11.11, mo pasang status, mo bikin film tema kiamat, tema setan, dll...terserah mereka, yang penting uangnya gak pake uang ku ;P
Tapi yang pasti, InsyaAllah semua hari baik serta penuh berkah kalau niat an kita untuk hari tersebut juga baik...dan gak ada satu makhluk pun yang dapat mengetahui atau bahkan mengira-ngira terjadinya 'doomsday' .... so, itu hanya ada di dunia perfilman barat..
Friday, March 25, 2011
Video yang menurutku sangat bagus untuk menggambarkan isi dari QS Al Hujuraat ayat 12.
12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Pertama melihat video ini, kesan pertama : "Wah, cewek nya cakep2 euy, bajunya bagus2 lagi…" pas terakhir2nya "………………………-speechless-" video singkat yang berdurasi hanya 57 detik ini lebih horror daripada film paling horror sekalipun.
* dapet dari website stylishmuslimah[dot]blogspot[dot]com
I may like watching zombies-related movies..but I don't want to be one of them
Semoga kita semua, terutama kita2 para kaum hawa selalu dilindungi Allah SWT dari hal2 sedemikian amiin..
Wednesday, March 23, 2011
Monday, March 14, 2011






